Kyoto
Tiba dengan tenang
Check-in, berjalan santai untuk pertama kalinya, dan makan malam sederhana. Hari yang ringan agar perjalanan dimulai tanpa kelelahan.
Foto pertama sebagai pengantin baru di Jepang.
Kyoto
Kyoto saat matahari terbit
Kiyomizu-dera sejak fajar, gang-gang Ninenzaka dan Sannenzaka, lalu Gion saat kota kembali hidup.
Kuil yang hampir sunyi, seolah hanya untuk kami.
Kyoto · Gion
Potret dan tradisi
Pengalaman budaya seputar geiko dan maiko, sesi samurai di Gion AYA, lalu makan malam romantis dan surat untuk dibuka kelak.
Potret tradisional yang kelak menjadi kenangan keluarga.
Kyoto · Uji ou Kurama
Kyoto yang tersembunyi
Perjalanan singkat ke Uji atau Kurama–Kibune, dilanjutkan lokakarya kerajinan untuk membuat satu benda bersama.
Membuat bersama sebuah simbol perjalanan ini.
Kyoto → Kinosaki Onsen
Satu malam di ryokan
Kereta menuju Laut Jepang, makan malam kaiseki, yukata, dan berjalan dari satu onsen ke onsen lain di kota pemandian yang menawan.
Berjalan berdampingan dengan yukata setelah makan malam.
Kinosaki → Himeji → Uno
Dari kastel menuju laut
Mengunjungi Kastel Himeji, lalu naik kereta menuju Uno, pintu masuk kami ke Laut Pedalaman Seto.
Melihat pemandangan berubah hingga pulau-pulau pertama muncul.
Naoshima
Pulau seni
Feri pagi, museum, karya seni luar ruang, pemandian artistik I Love Yu, dan matahari terbenam di antara pulau-pulau.
Memilih bersama karya yang paling menyentuh hati kami.
Uno → Takamatsu → Vallée d’Iya
Memasuki Jepang yang liar
Menyeberang ke Shikoku, mengambil mobil sewaan, lalu berkendara melalui pegunungan menuju Lembah Iya.
Perasaan seolah kami berdua berada di ujung dunia.
Vallée d’Iya
Jembatan sulur dan onsen
Kazurabashi, desa-desa di lereng, pemandangan dramatis, dan berendam air panas menghadap pegunungan.
Berendam di tengah pegunungan, jauh dari keramaian.
Iya → Imabari
Menuju Shimanami Kaido
Kembali menuju pesisir, mengembalikan mobil, dan menyiapkan sepeda untuk perjalanan keesokan hari.
Malam yang tenang menjelang petualangan esok hari.
Imabari → Hakatajima
Bersepeda di atas laut
Sepeda listrik di Shimanami Kaido, jembatan-jembatan antar-pulau, lalu cottage alam, barbeku, dan langit penuh bintang.
Malam kami yang paling sederhana, mungkin juga yang paling berkesan.
Hakatajima → Setoda → Onomichi → Osaka
Menyelesaikan penyeberangan
Kilometer terakhir di antara laut dan kebun jeruk, singgah di Setoda, tiba di Onomichi, lalu naik kereta ke Osaka.
Menoleh sekali lagi ke laut yang baru saja kami lintasi.
Osaka
Satu hari bebas berdua
Hari tanpa jadwal ketat untuk berjalan santai, mencicipi Osaka, dan merayakan perjalanan dengan makan malam terakhir.
Membaca kembali catatan kami dan memilih kenangan favorit.
Osaka → KIX
Perjalanan pulang
Sarapan terakhir, menyiapkan koper, lalu kembali ke bandara dengan kenangan dua minggu yang akan dibawa pulang.
Membuka kelak surat-surat yang ditulis di Kyoto.