Instagram de Luci et Adrien
← Kembali ke situs kami
Adrien & Luci · Japon 2027

Proyek kami

Bulan madu kami di tengah Jepang yang romantis, tradisional, dan penuh kejutan.

14 hari · 13 malam Dari Kyoto ke Laut Pedalaman Seto Berdua, jauh dari rute biasa
Janji perjalanan ini

Memperkenalkan kepada Luci sisi Jepang yang romantis dan tradisional, sekaligus membuat Adrien — yang sudah mengenal beberapa wilayah negeri ini — merasakan Jepang yang baru: kuil saat fajar, ryokan dan onsen, seni di pulau-pulau, pegunungan liar, jalur sepeda di atas laut, serta malam di bawah bintang.

Mengapa Jepang?

Luci pernah mengunjungi Jepang dalam perjalanan kerja. Pengalaman pertama itu membuatnya ingin kembali dengan cara yang berbeda: tanpa tuntutan pekerjaan, dengan waktu untuk lebih mengenal negeri ini, tradisi, dan pemandangannya.

Adrien sudah mengenal beberapa wilayah di Jepang. Baginya, perjalanan ini menjadi kesempatan untuk berbagi hal-hal yang ia sukai dari negeri ini sekaligus menemukan tempat-tempat baru bersama Luci. Karena itulah Jepang menjadi pilihan kami berdua: perpaduan tradisi, alam, seni, kuliner, dan petualangan untuk perjalanan besar pertama kami sebagai pengantin baru.

14Hari bersama
13Malam
7Destinasi utama
1Kisah untuk ditulis
Rute perjalanan

Dari Kansai menuju pulau-pulau Setouchi

Perjalanan yang terus bergerak ke satu arah, tanpa banyak kembali, melintasi kota bersejarah, laut, dan pegunungan.

Kyoto4 nuits · malam
Kinosaki1 nuit · malam
HimejiPersinggahan
Uno / Naoshima2 nuits · malam
Vallée d’Iya2 nuits · malam
Imabari1 nuit · malam
Hakatajima1 nuit · malam
OnomichiPersinggahan
Osaka2 nuits · malam

Sekitar 16–18 jam perjalanan penghubung selama dua minggu: perjalanan berpindah-pindah yang tetap memberi waktu untuk menikmati setiap tempat.

Hari demi hari

Rute impian kami

Jadwal rinci akan ditentukan setelah pemesanan. Setiap hari tetap memiliki waktu luang: tidak perlu berlomba mengejar semua tempat wisata.

Kyoto

Tiba dengan tenang

Check-in, berjalan santai untuk pertama kalinya, dan makan malam sederhana. Hari yang ringan agar perjalanan dimulai tanpa kelelahan.

Foto pertama sebagai pengantin baru di Jepang.

Kyoto

Kyoto saat matahari terbit

Kiyomizu-dera sejak fajar, gang-gang Ninenzaka dan Sannenzaka, lalu Gion saat kota kembali hidup.

Kuil yang hampir sunyi, seolah hanya untuk kami.

Kyoto · Gion

Potret dan tradisi

Pengalaman budaya seputar geiko dan maiko, sesi samurai di Gion AYA, lalu makan malam romantis dan surat untuk dibuka kelak.

Potret tradisional yang kelak menjadi kenangan keluarga.

Kyoto · Uji ou Kurama

Kyoto yang tersembunyi

Perjalanan singkat ke Uji atau Kurama–Kibune, dilanjutkan lokakarya kerajinan untuk membuat satu benda bersama.

Membuat bersama sebuah simbol perjalanan ini.

Kyoto → Kinosaki Onsen

Satu malam di ryokan

Kereta menuju Laut Jepang, makan malam kaiseki, yukata, dan berjalan dari satu onsen ke onsen lain di kota pemandian yang menawan.

Berjalan berdampingan dengan yukata setelah makan malam.

Kinosaki → Himeji → Uno

Dari kastel menuju laut

Mengunjungi Kastel Himeji, lalu naik kereta menuju Uno, pintu masuk kami ke Laut Pedalaman Seto.

Melihat pemandangan berubah hingga pulau-pulau pertama muncul.

Naoshima

Pulau seni

Feri pagi, museum, karya seni luar ruang, pemandian artistik I Love Yu, dan matahari terbenam di antara pulau-pulau.

Memilih bersama karya yang paling menyentuh hati kami.

Uno → Takamatsu → Vallée d’Iya

Memasuki Jepang yang liar

Menyeberang ke Shikoku, mengambil mobil sewaan, lalu berkendara melalui pegunungan menuju Lembah Iya.

Perasaan seolah kami berdua berada di ujung dunia.

Vallée d’Iya

Jembatan sulur dan onsen

Kazurabashi, desa-desa di lereng, pemandangan dramatis, dan berendam air panas menghadap pegunungan.

Berendam di tengah pegunungan, jauh dari keramaian.

Iya → Imabari

Menuju Shimanami Kaido

Kembali menuju pesisir, mengembalikan mobil, dan menyiapkan sepeda untuk perjalanan keesokan hari.

Malam yang tenang menjelang petualangan esok hari.

Imabari → Hakatajima

Bersepeda di atas laut

Sepeda listrik di Shimanami Kaido, jembatan-jembatan antar-pulau, lalu cottage alam, barbeku, dan langit penuh bintang.

Malam kami yang paling sederhana, mungkin juga yang paling berkesan.

Hakatajima → Setoda → Onomichi → Osaka

Menyelesaikan penyeberangan

Kilometer terakhir di antara laut dan kebun jeruk, singgah di Setoda, tiba di Onomichi, lalu naik kereta ke Osaka.

Menoleh sekali lagi ke laut yang baru saja kami lintasi.

Osaka

Satu hari bebas berdua

Hari tanpa jadwal ketat untuk berjalan santai, mencicipi Osaka, dan merayakan perjalanan dengan makan malam terakhir.

Membaca kembali catatan kami dan memilih kenangan favorit.

Osaka → KIX

Perjalanan pulang

Sarapan terakhir, menyiapkan koper, lalu kembali ke bandara dengan kenangan dua minggu yang akan dibawa pulang.

Membuka kelak surat-surat yang ditulis di Kyoto.

Hal yang membuat perjalanan ini istimewa

Momen-momen istimewa kami

👘

Potret tradisional

Pengalaman di Gion yang memadukan keanggunan, sejarah, dan kenangan keluarga.

♨️

Ryokan

Yukata, makan malam kaiseki, dan onsen: pengalaman Jepang sepenuhnya di Kinosaki.

🎨

Naoshima

Sehari ketika seni, arsitektur, dan laut saling menyapa di sebuah pulau.

🌿

Lembah Iya

Pegunungan yang dalam dan Jepang pedesaan yang kami nikmati perlahan.

🚲

Shimanami Kaido

Sehari bersepeda dari pulau ke pulau di salah satu jalur laut terindah di Jepang.

🌌

Malam di bawah bintang

Cottage di Hakatajima, barbeku, dan ketenangan setelah bersepeda.

Mewujudkan impian ini

Rencana kami

Transportasi dan bagasi

  • Bandara Kansai menuju Kyoto, lalu kereta ke Kinosaki.
  • Kereta melalui Himeji menuju Uno, lalu feri ke Naoshima.
  • Mobil sewaan di Shikoku untuk mencapai Lembah Iya.
  • Sepeda listrik untuk melintasi Shimanami Kaido.
  • Koper besar dikirim dari Kyoto ke Osaka; membawa tas kecil untuk bagian tengah perjalanan.

Perkiraan anggaran untuk berdua

BagianAnggaran
Penerbangan1 900–2 300 €
Akomodasi1 300–1 450 €
Transportasi di Jepang700–850 €
Makanan700–850 €
Aktivitas350–450 €
Asuransi, eSIM, dan cadangan450–650 €
Total sasaran5 400–5 900 €
Sebelum berangkat

Persiapan penting

Dokumen perjalanan

  • Memeriksa masa berlaku paspor dan persyaratan masuk yang berlaku bagi kami masing-masing.
  • Untuk paspor Indonesia, memastikan ePassport sudah didaftarkan sebelumnya atau memperoleh visa yang diperlukan.
  • Mengisi Visit Japan Web sebelum keberangkatan.
  • Menyiapkan asuransi perjalanan, salinan dokumen, kartu bank, dan uang tunai.
  • Untuk mengemudi dengan SIM Prancis, meminta terjemahan resmi bahasa Jepang dan membawa SIM, terjemahan, serta paspor bersama-sama.
Ketentuan masuk dan mengemudi dapat berubah. Kami akan memeriksanya kembali melalui Kementerian Luar Negeri Jepang, JAF, dan Visit Japan Web sebelum melakukan pemesanan final.

Kriteria akomodasi kami

  • Di Kyoto dan Osaka: dekat transportasi, tenang, dan berlokasi baik.
  • Di Kinosaki: ryokan autentik, makan malam kaiseki, dan akses onsen.
  • Di Uno: akses mudah ke feri pagi menuju Naoshima.
  • Di Lembah Iya: pemandangan alam, pemandian air panas, dan parkir.
  • Di Hakatajima: cottage pribadi, fasilitas barbeku, dan langit terbuka.
Waktu yang tepat

Jadwal pemesanan kami

9–12 bulan sebelumnya

Menentukan periode, memeriksa paspor, dan memantau harga penerbangan.

6–9 bulan sebelumnya

Memesan penerbangan dan akomodasi yang paling penting.

Begitu dibuka

Mengamankan cottage Hakatajima dan pengalaman budaya di Gion.

3–6 bulan sebelumnya

Memesan Uno, Imabari, mobil sewaan, dan lokakarya kerajinan.

Saat mulai dijual

Membeli tiket Naoshima dan memesan sepeda listrik.

1–2 bulan sebelumnya

Menyelesaikan asuransi, eSIM, restoran, bagasi, dan rencana saat hujan.

Hal-hal kecil yang berarti

Bepergian dengan ringan

Rencana saat hujan

Museum dan lokakarya di Kyoto, kunjungan singkat ke Himeji, pemandian di Kinosaki, museum Naoshima, onsen di Lembah Iya, serta kereta atau feri sebagai pengganti sepeda bila perlu. Hari yang tidak sempurna tetap dapat menjadi kenangan indah.

Di dalam koper kami
  • Sepatu nyaman dan jaket ringan.
  • Pakaian yang sesuai untuk kuil dan tas kecil harian.
  • Tabir surya, perlengkapan hujan ringkas, dan obat-obatan.
  • Adaptor, power bank, dan salinan dokumen.
Ritual kami
  • Satu foto berdua setiap hari.
  • Satu kalimat harian dalam jurnal kami.
  • Playlist bersama untuk perjalanan.
  • Dua surat untuk dibuka kelak.
  • Satu benda yang benar-benar bermakna.

Beberapa ungkapan untuk perjalanan

Arigatō gozaimasuTerima kasih banyak
SumimasenPermisi / maaf
Futari desuKami berdua
Shashin o onegaishimasuTolong ambil foto kami
Totemo oishii desuIni sangat enak
Shinkon ryokō desuIni perjalanan bulan madu kami