Instagram de Luci et Adrien
← Kembali ke situs kami
Adrien & Luci

Kisah kami

Dari Hong Kong ke Jakarta, dari pertemuan hingga ikatan pernikahan.

Kisah kami · Diperbarui 8 Agustus 2026

Dari Hong Kong hingga Jakarta, inilah kisah yang kami pilih untuk dibagikan kepada keluarga dan sahabat kami.

Hubungan yang dibangun dari waktu ke waktu

37.511entri berbeda yang tersimpan
± 31.000pesan tertulis yang dapat dibaca
1.197panggilan suara, video, atau grup
56 haribersama secara langsung dalam tiga kunjungan

Entri lainnya antara lain berupa media, dokumen, peristiwa sistem, dan panggilan tanpa durasi yang dapat dihitung. Partisipasi kami hampir seimbang: 18.919 entri dari satu pihak dan 18.592 dari pihak lainnya.

Bab ISebelum menjadi “kita”

Sebelum bertemu, Adrien dan Luci telah membangun kehidupan yang mandiri. Adrien tumbuh di Savoie, di lingkungan yang menghargai keluarga, kemampuan membangun, dan memperbaiki. Perjalanan kerjanya membawanya ke bidang energi surya serta keinginan untuk menciptakan rumah yang stabil.

Luci berasal dari Lampung. Setelah pengalaman di bidang kesehatan dan administrasi, ia memilih bekerja di Hong Kong. Pengalaman di luar negeri memperkuat kemandirian, kemampuan beradaptasi, dan kedekatannya dengan keluarga di Indonesia.

Jalan hidup mereka berbeda, tetapi memiliki tiga dasar yang sama: tanggung jawab, pentingnya keluarga, dan iman Katolik yang menyertai keputusan mereka.

Bab II4 November dan pesan-pesan pertama

4 November 2025 adalah tanggal yang mereka sepakati sebagai awal hubungan. Percakapan pertama yang masih tersimpan dimulai 17 November. Kekeliruan antara kata Inggris “kiss” dan “keys” segera menjadi salah satu kenangan pertama mereka.

Mereka belum berbicara dalam bahasa ibu satu sama lain. Kedekatan dibangun melalui bahasa Inggris, terjemahan, pesan suara, dan panggilan video yang panjang. Jarak membuat setiap jawaban penting, sedangkan humor menjaga hubungan tetap ringan.

Sebelum bertemu langsung, mereka sudah berbicara serius tentang keluarga, iman, pernikahan, dan dokumen untuk perkawinan Prancis–Indonesia. Rencana itu tidak menghapus kehati-hatian; rencana itu memberi arah pada hubungan mereka.

Bab IIIHong Kong: pertemuan pertama

Pada Desember 2025, sekitar satu bulan setelah hubungan mereka dimulai, Adrien menemui Luci di Hong Kong. Pertemuan itu memindahkan hubungan dari layar ke kehidupan sehari-hari: berjalan, makan, memahami kebiasaan masing-masing, dan memastikan bahwa kedekatan dalam panggilan juga terasa saat berhadapan langsung.

Dalam kunjungan itu Adrien melamar Luci dan memberikan sebuah cincin. Keduanya mengingat keputusan tersebut sebagai komitmen yang mereka ambil bersama, setelah percakapan yang sangat intens dan beberapa hari yang dijalani bersama di Hong Kong.

Kunjungan berakhir pada 11 Desember. Perpisahan terasa berat, tetapi juga menegaskan keinginan mereka untuk merencanakan pertemuan berikutnya dan melangkah nyata menuju pernikahan.

Luci dan Adrien saat bertemu kembali di Hong Kong
Hong Kong, Desember 2025
Bab IVNatal pertama dan memasuki 2026

Setelah Hong Kong, hubungan jarak jauh dimulai kembali. Mereka menjalani Natal pertama secara terpisah, antara Prancis dan Hong Kong, sambil tetap berkomunikasi setiap hari. Kata “hidupku” dan “hidupmu” perlahan berubah menjadi “hidup kita”.

Di akhir tahun, Luci mempertimbangkan keputusan meninggalkan pekerjaannya di Hong Kong dan kembali ke Indonesia. Perubahan profesional yang besar ini dibicarakan bersama, dengan keyakinan bahwa pernikahan harus menjaga martabat, kemampuan, dan hubungan keluarga masing-masing.

Memasuki 2026, mereka berdoa bersama agar memiliki kekuatan untuk menghadapi jarak, perubahan, dan urusan administrasi tanpa kehilangan kesederhanaan hubungan mereka.

Bab VBelajar memikirkan “rumah kita”

Pada Januari, rencana mereka menjadi urusan keluarga. Ibu Luci memberi restu, keluarga di Prancis semakin mengenal Luci, dan rumah Adrien mulai disebut “rumah kita”. Istilah itu menunjukkan komitmen nyata untuk menyiapkan kehidupan bersama.

Mereka memilih cincin kawin, membahas pakaian, resepsi, dan hadiah untuk kedua keluarga. Mereka mempertimbangkan tanggal pada bulan Juli sambil menunggu kepastian gereja dan persyaratan administrasi.

Percakapan mereka selalu menggabungkan hal praktis dengan perhatian kecil. Perpaduan keputusan besar, lelucon, dan kebiasaan sederhana inilah yang memberi kesinambungan pada kisah mereka.

Bab VIMenjaga hubungan dari kejauhan

Pada Februari, rencana Luci meninggalkan pekerjaannya semakin pasti. Mereka mengatur kepulangannya ke Jakarta dan mempersiapkan kunjungan Adrien ke Indonesia. Valentine pertama mereka berlangsung dari kejauhan melalui pesan, panggilan, foto, dan video.

Mereka juga membahas kehidupan setelah menikah: belajar bahasa Prancis, mencari keseimbangan kerja untuk Luci, dan membangun kebiasaan bersama. Rencana itu mulai berubah menjadi langkah-langkah konkret.

Cara mereka berkomunikasi terus berkembang. Kesalahpahaman diperbaiki dengan sabar, dan campuran bahasa Prancis, Inggris, serta Indonesia menjadi bahasa khas pasangan mereka.

Bab VIIMeninggalkan Hong Kong, kembali ke Indonesia

Pada Maret, Luci menyelesaikan pekerjaannya di Hong Kong dan kembali ke Jakarta. Kepulangan itu mendekatkannya kepada keluarga dan memungkinkan persiapan dokumen agama serta sipil. Mereka mengumpulkan berkas dan mengikuti persiapan pernikahan.

Adrien tiba di Jakarta pada 17 April. Hingga 7 Mei, ia menjalani keseharian bersama keluarga Luci, bertemu kerabat, dan mengikuti MRT, yaitu persiapan Katolik menuju perkawinan. Masa ini membuat rencana mereka semakin nyata secara keluarga dan rohani.

Perpisahan 7 Mei penuh emosi. Setelah tiga minggu hidup bersama keluarga, tekad untuk menyelesaikan persiapan pernikahan menjadi semakin kuat.

Bab VIIIMengubah cinta menjadi proyek hidup

Pada musim semi, persiapan semakin intensif. Mereka memilih 12 Juli, hari ulang tahun Luci, untuk upacara Katolik. Saksi, pakaian, tata acara, resepsi, dan dokumen disiapkan secara bersamaan.

Proses administrasi Prancis telah dimulai sebelum pernikahan. Antara 25 dan 31 Mei, mereka mencari penjelasan tentang tenggat waktu dan mengirim dokumen yang diminta, sambil mengoordinasikan persiapan agama secara terbuka dengan pihak yang berwenang.

Rencana hidup bersama juga semakin jelas: tempat tinggal di Prancis, pembelajaran bahasa Prancis, dan kegiatan profesional yang memungkinkan Luci memanfaatkan pengalaman internasionalnya. Gagasan “Luci Asia Desk” muncul sebagai kemungkinan penghubung profesional antara Eropa dan Asia.

Foto pra-pernikahan Luci dan Adrien di depan rangkaian bunga
Sesi foto pra‑pernikahan kami
Bab IXKembali ke Jakarta dan persiapan terakhir

Adrien kembali ke Jakarta pada 30 Juni. Pertemuan itu membuka masa yang singkat dan padat: latihan di gereja pada 4 Juli, pertemuan terakhir, pemeriksaan pakaian, koordinasi keluarga, dan persiapan resepsi.

Malam sebelum pernikahan yang sudah ramai

Pada 11 Juli, setelah persiapan terakhir dan pengakuan dosa, mereka menuju hotel. Mereka telah memesan satu kamar kecil dan satu kamar sedang agar sudah berada di tempat ketika penata rias datang pukul 07.30 keesokan harinya. Menurut rencana, kamar itu seharusnya cukup.

Namun hampir seluruh keluarga akhirnya ikut datang. Mereka harus menyewa satu kamar besar tambahan, dan tempatnya tetap terasa sempit. Ayah Luci dan kakak iparnya akhirnya memilih pulang untuk tidur di rumah. Improvisasi pertama ini menggambarkan hari berikutnya: banyak persiapan, keluarga yang selalu hadir, dan jadwal yang harus menyesuaikan kenyataan.

Malam itu singkat. Luci masih memikirkan semua hal yang harus berjalan baik, sedangkan Adrien berusaha beristirahat. Besok adalah hari pernikahan sekaligus ulang tahun Luci.

Bahkan sebelum upacara dimulai, kamar hotel yang terlalu kecil sudah menjadi bagian dari cerita keluarga.
Bab X12 Juli 2026

Bangun dalam suasana sibuk

Pagi 12 Juli dimulai tidak lama sebelum para penata rias datang. Luci tentu merasa tegang: ia memikirkan jadwal, keluarga, pakaian, dan segala hal yang mungkin terlupakan. Sementara sesi persiapan panjang dimulai, Adrien turun untuk sarapan bersama ibu, saudara laki-laki, dan saudara perempuan Luci.

Kemudian ia menunggu gilirannya. Dan menunggu lagi. Ketika akhirnya duduk di depan penata rias, persiapannya hanya memerlukan sekitar lima menit — perbedaan yang membuatnya tertawa setelah melihat para perempuan bersiap selama berjam-jam.

Akhirnya semua siap berangkat. Belum ada yang tahu bahwa Luci dan Adrien sama-sama mulai sakit.

Luci dan Adrien siap berangkat menuju pernikahan
Akhirnya siap menjalani hari besar

Di gereja

Begitu upacara dimulai, sebagian besar ketegangan berkurang. Luci akhirnya dapat berhenti mengawasi seluruh persiapan dan menikmati momen itu. Di hadapan Tuhan, keluarga, dan para saksi, mereka menyatakan persetujuan dan bertukar cincin.

Di gereja pula hidung Adrien mulai berair. Ia menyadari bahwa ia sedang terserang flu; Luci juga mulai merasa kurang sehat pada hari yang sama. Waktunya memang tidak tepat, tetapi gangguan itu menjadi kecil dibandingkan hal terpenting: mereka bersama, dikelilingi keluarga, dan sedang menikah.

Dua jam untuk menarik napas

Setelah upacara, mereka kembali ke hotel selama sekitar dua jam. Adrien mencoba beristirahat dengan flu yang mulai terasa. Bagi Luci, jeda itu tidak benar-benar santai: ia harus dirias kembali dan bersiap untuk resepsi.

Resepsi

Luci telah menyiapkan resepsi dengan sangat baik. Begitu mereka tiba, para fotografer langsung bekerja dan hampir tidak meninggalkan mereka selama tiga jam. Walaupun beberapa tamu duduk di meja yang sama, Luci dan Adrien hampir tidak sempat makan bersama karena foto, perpindahan tempat, dan seluruh rangkaian acara.

Satu kejadian kecil merangkum hari itu dengan sempurna: hidangan pertama pasangan pengantin baru justru makanan penutup. Bukan hidangan pembuka atau hidangan utama, melainkan tiramisu — untungnya sangat lezat. Di tengah stres, lelah, dan kamera di mana-mana, urutan yang terbalik ini membuat mereka tertawa.

Makanan pertama kami sebagai pengantin baru dimulai dengan tiramisu. Tidak direncanakan, tetapi rasanya sangat enak.

Hari yang tidak sempurna, tetapi sepenuhnya milik mereka

Hari itu tidak benar-benar tenang dan tidak mengikuti setiap baris jadwal. Hari itu hidup: kamar yang terlalu kecil, keluarga besar, lima menit tata rias untuk Adrien, dua flu yang datang pada waktu terburuk, fotografer yang tak kenal lelah, dan jamuan yang dimulai dari urutan terakhir.

Namun semua yang dipersiapkan selama berbulan-bulan menjadi nyata dalam satu hari. Mereka menikah. Kini, kejadian tak terduga tidak mengurangi keindahan kenangan; justru itulah cerita yang kelak masih akan mereka ceritakan bertahun-tahun lagi.

Bab XIHari-hari pertama sebagai suami istri

Hari-hari berikutnya memberi kesempatan untuk beristirahat. Mereka melihat kembali foto, berterima kasih kepada keluarga, lalu bepergian beberapa hari ke Vietnam. Ini menjadi jeda pertama sebagai suami istri setelah berbulan-bulan persiapan.

Pada 26 Juli, Adrien harus kembali ke Prancis. Jarak dimulai lagi, tetapi hubungan mereka telah berubah: kini mereka tidak lagi menyiapkan pernikahan, melainkan kehidupan setelah pernikahan.

Panggilan dan pesan tetap berlangsung setiap hari untuk berbagi keseharian, melanjutkan proses administrasi, dan menyiapkan masa ketika mereka akhirnya tinggal di bawah satu atap.

Swafoto Luci dan Adrien di mobil pada hari pernikahan
Saat-saat pertama kami sebagai suami istri
Bab XIIMembangun kehidupan setelah pernikahan

Proses administrasi Prancis telah dimulai sebelum upacara. Pemrosesan CCAM memerlukan sekitar empat bulan, sedangkan pemberkatan Katolik dijadwalkan tiga bulan setelah permohonan dimulai. Adrien kemudian meminta surat keterangan belum menikah dari mairie untuk melengkapi dokumen yang diminta dalam proses lokal, tanpa menjadikan surat tersebut sebagai pengganti CCAM Prancis. CCAM akhirnya diterima pada 27 Juli 2026, setelah pemberkatan tanggal 12 Juli. Formalitas sipil, transkripsi, dan tahapan lain kemudian dilanjutkan bersama pihak berwenang. Kronologi ini disampaikan apa adanya dan tidak menggantikan dokumen resmi.

Tujuan mereka adalah hidup bersama di Prancis, di tempat tinggal yang dipersiapkan untuk keduanya. Luci melanjutkan belajar bahasa Prancis dan memikirkan kelanjutan kariernya. Adrien menyiapkan kedatangan serta kebutuhan praktis untuk kehidupan jangka panjang.

Mereka juga menyiapkan bulan madu di Jepang dan pertemuan keluarga berikutnya. Rencana itu memberi harapan, tetapi prioritas mereka tetap mengubah hubungan jarak jauh menjadi kehidupan sehari-hari bersama.

Bab XIIIApa yang telah diceritakan kisah kami

Kisah mereka berbicara tentang jarak, tetapi terutama tentang kesinambungan. Dari November 2025 hingga Agustus 2026, percakapan menunjukkan keputusan bersama, keluarga yang semakin dekat, kunjungan nyata, dan rencana membangun rumah.

Kisah ini juga tentang penerjemahan. Bahasa Prancis, Indonesia, dan Inggris tidak selalu memiliki nuansa yang sama. Mereka belajar memastikan pemahaman, menertawakan kesalahan, dan tidak menyamakan kalimat yang kurang sempurna dengan niat yang kurang baik.

Terakhir, kisah ini tentang dua negara yang tidak perlu saling menghapus. Rumah mereka akan membawa kebiasaan Savoie, cita rasa Indonesia, iman, kenangan Hong Kong dan Jakarta, serta tempat bagi kedua keluarga.

EpilogRumah di antara dua negara

Mereka belum mengetahui semua halaman berikutnya, tetapi sudah mengetahui arahnya: hidup bersama, menjaga hubungan keluarga di kedua pihak, mempertahankan akar Luci, dan membangun rumah tempat kedua bahasa mereka hidup.

Suatu hari, ucapan “good morning” akan datang dari zona waktu yang sama, dan “our home” tidak lagi menjadi rencana, melainkan kehidupan sehari-hari.
Patokan faktual
Waktu yang kami jalani bersama
PeriodeTempatHari kalender
4–11 Desember 2025Hong Kong8 hari
17 April–7 Mei 2026Jakarta21 hari
30 Juni–26 Juli 2026Jakarta dan Vietnam27 hari
Total56 hari
Tahapan resmi dan keluarga
TanggalTahap
Desember 2025Riset pertama mengenai dokumen Prancis–Indonesia
Maret 2026Persiapan berkas kanonik dan dokumen sipil
18–19 April 2026Persiapan perkawinan Katolik (MRT)
Mei–Juni 2026Koordinasi saksi, dokumen, dan pertemuan
12 Juli 2026Pernikahan Katolik
27 Juli 2026CCAM diterima
Sejak Juli 2026Kelanjutan formalitas sipil dan Prancis
Sumber kisah ini

Kisah untuk keluarga ini disusun dari ingatan bersama, dua arsip percakapan, foto, dan dokumen persiapan pernikahan. Demi menjaga privasi, kami memilih peristiwa yang berguna untuk memahami perjalanan kami tanpa menerbitkan percakapan pribadi.

Angka diperoleh dari penggabungan dua arsip setelah duplikat yang sama dihapus. Grafik bulanan dapat ditambahkan setelah data mentah diolah per bulan.

Halaman ini tetap dapat dibuka melalui alamatnya, tetapi tidak lagi diajukan untuk diindeks oleh mesin pencari demi melindungi privasi kami.

Bab-bab berikutnya

Kisah berikutnya belum ditulis

Kehidupan kami di Prancis, bulan madu di Jepang, dan kenangan berikutnya akan terus memperkaya kisah ini.